Faktor-faktor Penyebab Pelaku Kejahatan: Suatu Tinjauan Analisis
Kejahatan merupakan suatu perbuatan yang tidak diinginkan oleh masyarakat karena dapat merugikan individu maupun kelompok. Namun, apa sebenarnya faktor-faktor penyebab pelaku kejahatan? Dalam artikel ini, kita akan melakukan tinjauan analisis terhadap faktor-faktor yang menjadi pemicu seseorang melakukan tindakan kriminal.
Faktor pertama yang dapat menjadi penyebab pelaku kejahatan adalah faktor sosial. Menurut peneliti kriminologi, Prof. Soerjono Soekanto, faktor sosial seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan ketidaksetaraan dapat memicu seseorang untuk melakukan tindakan kriminal. Hal ini sejalan dengan pendapat Prof. M. Soerjono Soekanto dalam bukunya yang berjudul “Sosiologi Suatu Pengantar” bahwa “lingkungan sosial yang tidak kondusif dapat meningkatkan angka kejahatan dalam masyarakat”.
Selain faktor sosial, faktor psikologis juga turut berperan dalam menyebabkan seseorang menjadi pelaku kejahatan. Menurut psikolog forensik, Dr. Andi Alif, kondisi psikologis seseorang yang tidak stabil, seperti gangguan mental atau trauma masa lalu, dapat mempengaruhi perilaku kriminal seseorang. Beliau juga menambahkan bahwa “pemahaman yang mendalam terhadap kondisi psikologis pelaku kejahatan sangat penting dalam upaya pencegahan kejahatan di masyarakat”.
Selain itu, faktor ekonomi juga tidak bisa diabaikan dalam menyebabkan seseorang melakukan kejahatan. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, tingkat pengangguran dan kemiskinan yang tinggi dapat memicu seseorang untuk mencari jalan pintas dengan melakukan tindakan kriminal. Hal ini sejalan dengan pendapat Prof. M. Soerjono Soekanto dalam bukunya yang berjudul “Sosiologi Suatu Pengantar” bahwa “ketidakstabilan ekonomi dapat menjadi pemicu utama meningkatnya tingkat kejahatan dalam masyarakat”.
Dengan demikian, faktor-faktor penyebab pelaku kejahatan memang sangat kompleks dan saling terkait satu sama lain. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang terintegrasi dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun lembaga terkait untuk melakukan upaya pencegahan kejahatan dengan memperhatikan faktor-faktor penyebabnya. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Prof. Soerjono Soekanto, “upaya pencegahan kejahatan harus dilakukan secara holistik dan berkelanjutan untuk menciptakan masyarakat yang aman dan damai”.
