Menanggulangi KDRT: Peran Pemerintah dan Masyarakat
Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan masalah yang sering terjadi di masyarakat. Menanggulangi KDRT merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Peran keduanya sangat penting dalam upaya memberantas KDRT agar tidak terus merenggut nyawa dan merusak kehidupan keluarga.
Menurut data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kasus KDRT di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan dalam menanggulangi KDRT. Pemerintah harus berperan aktif dalam memberikan perlindungan dan penegakan hukum terhadap pelaku KDRT.
Menurut Dr. Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, “Pemerintah harus memiliki kebijakan yang jelas dan efektif dalam menanggulangi KDRT. Tidak hanya itu, pemerintah juga harus bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk memberikan perlindungan dan dukungan kepada korban KDRT.”
Selain peran pemerintah, masyarakat juga memiliki peran yang tidak kalah penting dalam menanggulangi KDRT. Masyarakat harus peduli dan peka terhadap kondisi sekitarnya. Mereka juga harus berani melaporkan kasus KDRT yang terjadi di sekitar mereka agar korban dapat mendapatkan bantuan dan perlindungan yang layak.
Menurut Siti Aminah Tardi, seorang aktivis perempuan, “Masyarakat harus turut serta dalam memberantas KDRT. Mereka harus memberikan dukungan moral dan sosial kepada korban KDRT agar tidak merasa sendirian dan terpinggirkan.”
Dengan peran pemerintah dan masyarakat yang sinergis, diharapkan kasus KDRT dapat diminimalisir dan korban dapat mendapatkan perlindungan yang layak. Semua pihak harus bekerja sama dan saling mendukung dalam upaya menanggulangi KDRT demi terciptanya keluarga yang harmonis dan sejahtera.
