Pentingnya Etika dalam Proses Interogasi Pelaku Kriminal
Interogasi pelaku kriminal adalah bagian penting dalam proses hukum untuk mengungkap kebenaran dan memastikan keadilan. Namun, pentingnya etika dalam proses interogasi tidak boleh diabaikan. Etika merupakan pedoman yang harus diikuti agar proses interogasi berjalan dengan adil dan tidak melanggar hak asasi manusia.
Menurut Dr. Ratna Sari Dewi, seorang pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia, “Pentingnya etika dalam proses interogasi pelaku kriminal tidak hanya untuk melindungi hak-hak pelaku, tetapi juga untuk memastikan keabsahan bukti yang diperoleh dari interogasi tersebut.”
Salah satu prinsip etika yang harus diterapkan dalam proses interogasi adalah prinsip keadilan. Interogasi harus dilakukan secara adil tanpa adanya tekanan fisik maupun psikologis yang berlebihan. Hal ini sejalan dengan pendapat Prof. Dr. Komariah Emong Saanun, seorang ahli hukum dari Universitas Gadjah Mada, yang menyatakan bahwa “Pentingnya etika dalam proses interogasi adalah untuk memastikan bahwa tidak ada pelanggaran terhadap hak asasi manusia yang dilakukan dalam proses tersebut.”
Selain itu, prinsip kejujuran juga harus menjadi acuan dalam proses interogasi. Pelaku kriminal harus diperlakukan dengan jujur dan tidak boleh dipaksa untuk memberikan keterangan yang tidak benar. Dr. Ratna Sari Dewi menambahkan, “Etika dalam proses interogasi pelaku kriminal juga melibatkan kejujuran dari pihak penyidik dalam mendapatkan informasi yang diperlukan.”
Dengan menerapkan etika dalam proses interogasi pelaku kriminal, bukan hanya kebenaran yang akan terungkap, tetapi juga keadilan yang akan terwujud. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Komariah Emong Saanun, “Pentingnya etika dalam proses interogasi pelaku kriminal adalah untuk menjamin bahwa proses hukum berjalan dengan adil dan tidak melanggar hak-hak asasi manusia.” Oleh karena itu, penting bagi pihak berwenang untuk selalu mengutamakan etika dalam setiap langkah proses hukum yang dilakukan.
